Dalam dialog global pertama PBB mengenai tata kelola AI, China menekankan bahwa AI open source merupakan aset bersama bagi seluruh umat manusia. Negara tersebut menyoroti model-model open source asal China seperti DeepSeek dan Qwen yang secara signifikan menurunkan hambatan dan biaya terkait adopsi AI.

China menyatakan komitmennya untuk lebih mempromosikan AI open source di kalangan industri, akademik, dan lembaga penelitian. Upaya ini bertujuan untuk mendorong inovasi dan pemberdayaan AI melalui kerja sama internasional.

Tujuannya adalah membangun ekosistem yang inklusif yang memberikan momentum berkelanjutan bagi pengembangan AI global.