Artikel ini meneliti dan membandingkan empat model AI terkemuka—o1 dari OpenAI, LLaMA 3.2 dari Meta, Claude 3.5 Sonnet dari Anthropic, dan Gemini 1.5 Pro dari Google—dengan fokus pada kemampuan inferensi, metodologi pelatihan, dan benchmark kinerja.
- OpenAI o1 unggul dalam penalaran tingkat lanjut, meraih skor 83% pada ujian kualifikasi Olimpiade Matematika Internasional dan berada di persentil ke-89 untuk pemrograman kompetitif, meskipun tidak memiliki kemampuan multimodal.
- Meta LLaMA 3.2 adalah model sumber terbuka dengan fungsionalitas multimodal, menawarkan varian mulai dari model ringan untuk perangkat seluler hingga model visi skala besar yang cocok untuk perangkat tepi dan realitas tertambah.
- Claude 3.5 Sonnet mengutamakan keamanan AI dan pertimbangan etis, menyelesaikan 64% masalah dalam evaluasi pemrograman agentic internal sambil mempertahankan kinerja penalaran visual yang tinggi.
- Gemini 1.5 Pro memanfaatkan arsitektur Mixture-of-Experts dengan jendela konteks 1 juta token untuk menangani tugas multimodal di seluruh teks, gambar, audio, dan video.
Perbandingan ini bertujuan untuk memberi informasi kepada pengembang dan peneliti tentang model penalaran terbaik untuk kebutuhan aplikasi spesifik mereka dengan menyoroti perbedaan dalam arsitektur, benchmark, dan kasus penggunaan.