Sebuah studi yang menyelidiki akun terwujud dari memori semantik menilai perbedaan navigasi antara individu tunanetra sejak lahir dan penglihat normal menggunakan tugas daftar properti dengan konsep konkret dan abstrak. Para peneliti menghitung entropi semantik, sebuah metrik pemrosesan bahasa alami berbasis embedding yang menangkap prediktibilitas pengambilan, untuk menganalisis pola-pola ini.

  • Model campuran linear umum mengungkapkan pola navigasi yang berbeda antar kelompok berdasarkan pengalaman visual.
  • Individu penglihat normal menunjukkan entropi yang lebih tinggi untuk konsep abstrak dibandingkan dengan konsep konkret.
  • Peserta tunanetra tidak menunjukkan pola ini tetapi sebaliknya menunjukkan entropi yang lebih tinggi untuk konsep konkret yang menonjol secara visual, seperti penguin.

Hasil-hasil ini menekankan peran pengalaman visual dalam organisasi dan navigasi dinamis memori semantik.