GAIR-NLP memperkenalkan LIMO, sebuah model yang menunjukkan bahwa penalaran matematika kompleks dapat dielaborasi secara efektif hanya dengan menggunakan 817 sampel pelatihan yang dikurasi. Pendekatan ini menantang asumsi konvensional bahwa fine-tuning terawasi memerlukan dataset masif untuk menghindari hafalan.
- LIMO mencapai akurasi 57,1% pada benchmark AIME dan 94,8% pada MATH.
- Model ini hanya menggunakan 1% dari data pelatihan yang dibutuhkan oleh model SFT kuat sebelumnya.
- Model ini menunjukkan generalisasi out-of-distribution yang luar biasa, meningkatkan kinerja sebesar 40,5 poin absolut di seluruh 10 benchmark beragam.
- Hasilnya mengungguli model yang dilatih dengan data 100 kali lebih banyak, mendukung "Hipotesis Penalaran Less-Is-More".
Para penulis mengusulkan bahwa kemampuan penalaran yang canggih muncul ketika model dasar memanfaatkan pengetahuan pra-pelatihan yang kaya melalui template kognitif minimal dan terkoordinasi secara tepat.