Artikel ini membandingkan dua pendekatan metodologis untuk memilih sampel representatif dari artikel berita tentang bencana: pendekatan top-down yang menggunakan inventaris bencana yang ada untuk melakukan kueri basis data, dan pendekatan bottom-up yang menggunakan metode NLP untuk mengelompokkan teks berdasarkan fitur temporal dan spasial.
- Studi ini memanfaatkan dataset artikel berita berbahasa Jerman mengenai longsor di seluruh dunia untuk mengevaluasi metode-metode tersebut.
- Artikel ini membahas variasi dalam liputan peristiwa yang dihasilkan dari pilihan antara melakukan kueri berdasarkan inventaris versus pengelompokan berdasarkan fitur teks.
- Keputusan desain penelitian memengaruhi sampel berita yang dihasilkan, yang berdampak pada kegunaannya untuk studi tentang ketidaksetaraan liputan media, pemantauan bencana, dan pengayaan inventaris.