Seorang peneliti menguraikan metode untuk mengevaluasi konsistensi logis laporan mahasiswa dengan membandingkan input dengan inferensi menggunakan kondisi perlu dan cukup. Pendekatan ini memanfaatkan "pelatihan hasil terbalik" di mana inferensi mengikuti jalur normal lalu melanjutkan dari hasil kembali ke awal, memungkinkan model menghitung skor kesamaan antara teks asli dan rekonstruksinya.
- Pelatihan dan inferensi normal diperlakukan sebagai kondisi perlu (A->B).
- Pelatihan dan inferensi terbalik bertindak sebagai kondisi cukup (B->A) dengan melacak balik dari hasil ke awal.
- Ambang batas kesamaan menentukan kualitas logis: >0.8 baik, 0.7-0.5 menunjukkan lompatan, dan <0.5 menandakan kesalahan.
Penulis menyarankan bahwa mekanisme ini dapat diintegrasikan ke dalam atau menggantikan bagian-bagian arsitektur LLM untuk mengurangi halusinasi.