Makalah ini mengusulkan kerangka kerja kecerdasan buatan berpusat pada manusia (HCAI) untuk leksikografi yang dibantu AI guna mengatasi kekhawatiran mengenai peran masa depan para leksikografer dan keberagaman linguistik.
Kerangka kerja tersebut mengidentifikasi empat dimensi yang saling terkait untuk memahami integrasi AI: leksikografer yang diperkuat, konteks sosioteknis integrasi AI, bias, dan desain alat leksikografi berbasis AI. Makalah ini berargumen bahwa AI harus memperkuat daripada menggantikan leksikografer, dengan menggabungkan tingkat otomatisasi tinggi dengan kontrol manusia yang bermakna.
Para penulis menekankan pelestarian otonomi profesional, mitigasi bias yang dihasilkan oleh AI, dan desain alat yang berpusat pada kebutuhan leksikografer untuk memberikan dasar bagi integrasi AI yang bermanfaat.