Studi ini menganalisis sekitar 4.000 jam pidato parlemen di Kroasia, Ceko, Polandia, dan Serbia untuk menyelidiki penggunaan jeda terisi menggunakan deteksi otomatis berbasis transformer.
- Penelitian memodelkan tingkat jeda terisi menggunakan Persamaan Estimasi Umum dengan koreksi Mundlak untuk membedakan efek dalam-pembicara dari antar-pembicara.
- Penelitian mereplikasi asosiasi negatif antara usia dan kecepatan bicara dengan terjadinya jeda terisi.
- Efek gender ditemukan bersifat spesifik bahasa, bertentangan dengan literatur sebelumnya.
- Sentimen menunjukkan asosiasi positif yang konsisten dengan tingkat jeda terisi, sementara orientasi politik dan status kekuasaan memodulasi efek ini dalam parlemen tertentu.
Temuan ini menyoroti pentingnya korpus multibahasa skala besar untuk menggeneralisasi wawasan ke fitur bicara spontan.