Bioteknisi César de la Fuente dan laboratoriumnya memanfaatkan alat AI, khususnya Codex dan ChatGPT, untuk mencari genom organisme hidup dan punah guna menemukan kandidat antimikroba baru. Pendekatan ini bertujuan memerangi mikroba yang resisten terhadap obat dengan mengurangi pencarian awal molekul kandidat dari bertahun-tahun menjadi berjam-jam.
- Laboratorium melatih model deep learning untuk mengenali pola dalam sekuens biologis di dalam kumpulan data genom dan protein yang sangat besar.
- Codex dan ChatGPT digunakan untuk brainstorming hipotesis, menulis kode, memproses data, dan menjembatani kesenjangan antara biologi, kimia, dan ilmu komputer.
- AI membantu mengidentifikasi sinyal yang menjanjikan di antara kemungkinan yang sangat besar, meskipun eksperimen validasi dunia nyata tetap penting.
Integrasi AI memungkinkan tim transdisipliner ini menurunkan hambatan antar bidang ilmiah dan mempercepat alur kerja, sehingga mereka dapat menjelajahi batas-batas tempat terobosan kemungkinan besar akan ditemukan.