Para penulis mengatasi kurangnya penelitian komputasional tentang identifikasi aktor spesifik dalam teori konspirasi dengan mengembangkan pedoman anotasi dan korpus beranotasi rentang dari postingan Telegram berbahasa Jerman. Mereka menyelidiki ekstraksi otomatis aktor-aktor ini menggunakan model berbasis transformer dan menerapkan model yang dihasilkan ke arsip Schwurbelarchiv.

  • Studi ini menyajikan pedoman anotasi baru khusus untuk aktor konspirasi.
  • Korpus beranotasi rentang dari postingan Telegram berbahasa Jerman diperkenalkan untuk tujuan ini.
  • Model berbasis transformer digunakan untuk mengekstrak aktor-aktor ini secara otomatis dari teks.
  • Pendekatan ini diterapkan pada Schwurbelarchiv, sebuah arsip berskala besar dari saluran Telegram terkait konspirasi berbahasa Jerman.

Hasilnya menunjukkan bahwa aktor konspirasi dapat dianotasi dengan kesepakatan yang bermakna dan diekstrak dengan akurasi yang wajar meskipun kompleksitas linguistik, memungkinkan analisis skala besar tentang representasi aktor dalam narasi konspirasi.