Peneliti menganalisis video gameplay dari game tembak-menembak kompetitif Delta Force untuk mengekstrak dan memahami komunikasi non-verbal yang muncul, seperti gestur dan pola pergerakan. Karya ini mengatasi kesenjangan dalam studi sebelumnya yang sebagian besar berfokus pada game MOBA atau koordinasi verbal di game tembak-menembak lainnya.

Studi ini membandingkan dinamika tim ad hoc Delta Force dengan sistem ping terstruktur dari MOBAs seperti League of Legends dan Dota 2. Para penulis menggunakan pipeline baru yang menggunakan AI multimodal untuk menginterpretasi niat pemain tanpa mengandalkan obrolan suara eksplisit atau ping peta. Pendekatan ini dibangun di atas penelitian sebelumnya tentang pembelajaran fitur lintas game dan pemahaman game video menggunakan VLMs.

Dengan berfokus pada genre tembak-menembak, analisis ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana pemain mengoordinasikan dan menegosiasikan kerja sama dalam lingkungan yang tidak terstruktur dengan risiko tinggi.