Sebuah studi percontohan menggunakan data Polymarket mengungkapkan bahwa nilai kolaborasi manusia-AI bergantung pada karakteristik manusia tertentu, bukan hanya pada benchmark model. Kinerja hibrida ditemukan bersifat trimodal, dengan sebagian besar pengguna menyerahkan atau menyetujui AI secara membabi buta, sementara minoritas mencapai penalaran komplementer.
- Sebagian besar peserta mencocokkan akurasi model atau berkinerja lebih buruk dengan menggunakannya untuk memvalidasi tebakan sebelumnya.
- Minoritas terlibat dalam penalaran komplementer yang sejati, mencapai akurasi yang sama atau melebihi pasar itu sendiri.
- Sifat kolaboratif seperti pengambilan perspektif, kerendahan hati intelektual, dan rasa ingin tahu membedakan mereka yang berhasil.
- Kemampuan kognitif mentah tidak memprediksi keberhasilan; hasilnya secara statistik kuat tetapi masih awal.
Temuan ini mendorong replikasi pra-pendaftaran untuk lebih memvalidasi bagaimana faktor modalitas manusia tertentu memungkinkan kecerdasan hibrida yang efektif.