Para peneliti memperkenalkan MET (Multilingual Ethics with Theory-grounded reasoning), sebuah metode untuk meningkatkan pengambilan keputusan moral dalam konteks linguistik yang beragam dengan mengatasi kesenjangan dalam evaluasi multibahasa, perancah inferensi, dan pengawasan pelatihan.
Karya ini menyajikan tiga kontribusi utama: MCLASH, sebuah benchmark yang menangkap intuisi moral yang ter situasikan secara budaya; MET, sebuah metode prompting dua langkah yang menggunakan dasar-dasar yang dikurasi oleh pakar dari psikologi dan filsafat; dan MET-D, tahap pelatihan distilasi diri yang tidak memerlukan pengawasan eksternal.
MET-D meningkatkan makro-F1 pada model dasar (Qwen3-4B, Qwen3-8B, Gemma3-4B) sebesar rata-rata 3,71 poin pada MCLASH dan 4,23 pada MMoralExceptQA, sambil meningkatkan penalaran bahasa asli sebesar rata-rata 62,13 poin.
Kontribusi-kontribusi ini membuka jalan bagi penalaran moral multibahasa yang selaras dengan budaya dan berlandaskan teori.