Para peneliti mengembangkan tugas realitas virtual imersif untuk menilai deteksi dan penghindaran tabrakan pejalan kaki pada individu dengan gangguan visual serebral (CVI) dibandingkan dengan peserta kontrol. Studi ini melacak pandangan mata, respons lokomotor, dan perilaku saat subjek berjalan melalui mal simulasi yang dipenuhi kerumunan dengan kepadatan bervariasi.

  • Peserta CVI menunjukkan kecepatan jalan preferen rata-rata yang lebih lambat daripada kontrol.
  • Mereka kurang mungkin dan lebih lambat dalam mendeteksi pejalan kaki yang akan bertabrakan serta lebih mungkin mengalami tabrakan.
  • Peserta CVI membutuhkan waktu lebih lama untuk fiksasi pertama mereka dan mengikuti jalur pemindaian visual yang lebih besar untuk menemukan target.
  • Mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk memfokuskan pandangan pada pejalan kaki non-target dibandingkan dengan pejalan kaki target.
  • Peserta CVI menunjukkan variabilitas kinerja yang lebih besar, termasuk penyimpangan jalur, dan mempertahankan margin keamanan berjalan yang lebih besar.

Hasil-hasil ini memberikan bukti objektif mengenai mobilitas dan perilaku pandangan mata terkait pada pasien CVI selama navigasi melalui lingkungan yang sangat ramai.