OpenAI Economic Research telah memperluas Kerangka Transisi Pekerjaan AI-nya ke Uni Eropa, memanfaatkan taksonomi ESCO dan data Eurostat untuk menganalisis bagaimana kemampuan AI dapat mengubah pasar tenaga kerja di negara-negara anggota.
- Sekitar 12% pekerjaan UE berada di profesi yang mungkin berkembang dengan AI karena biaya yang lebih rendah memperluas akses.
- Sekitar 14% pekerjaan menghadapi potensi otomatisasi jangka pendek yang lebih tinggi.
- Sebanyak 27% pekerjaan lainnya kemungkinan akan mengalami reorganisasi, di mana AI mengubah alur kerja sementara manusia tetap menjadi pusat penyampaian.
- Sisa 47% profesi menunjukkan perubahan yang kurang mendesak.
- Pola tingkat negara sangat bervariasi, dengan Luksemburg, Swedia, dan Belanda memiliki porsi lebih besar di profesi yang berkembang, sementara Jerman, Yunani, dan Italia memiliki porsi lebih tinggi di peran yang rentan terhadap otomatisasi.
Laporan ini berfungsi sebagai peta perencanaan bagi pembuat kebijakan dan majikan untuk mengantisipasi tekanan penyesuaian dan peluang sebelum statistik ketenagakerjaan agregat menunjukkan pergeseran besar.