Google DeepMind dan Google Research telah merilis model AI WeatherNext 2 dan WeatherNext Cyclones secara sumber terbuka, yang mencapai akurasi terbaik dalam memprediksi lintasan, intensitas, dan struktur angin siklon tropis. Dipublikasikan di Nature, penelitian ini menunjukkan bahwa model-model ini memberikan prakirawan tambahan satu hari akurasi prediktif dibandingkan sistem sebelumnya.
- Model ini dilatih bersama pada hampir 20 terabyte data atmosfer global dan database IBTrACS yang berisi 5.000 badai historis.
- Model ini menggunakan Functional Generative Networks untuk menghasilkan ensembel prediksi, dengan skala dari 50 hingga 1.000 anggota guna menangkap peristiwa langka seperti intensifikasi cepat.
- WeatherNext mencapai akurasi tinggi menggunakan input dengan resolusi 28x28km, yang 100 kali lebih kasar dibandingkan model tradisional.
- Versi ringkas, WeatherNext 2-mini, beroperasi pada resolusi yang bahkan lebih kasar yaitu 111x111km dan berjalan pada satu TPU.
Rilis ini bertujuan memberdayakan komunitas peneliti dan badan meteorologi untuk memprediksi peristiwa cuaca ekstrem dengan lebih baik serta membangun komunitas yang lebih tangguh.